IND | ENG
Sembilan Jenis Data Pribadi yang Diproses Zoom

Zoom | Foto: Zoom.us

Sembilan Jenis Data Pribadi yang Diproses Zoom
Tenri Gobel Diposting : Senin, 20 Juli 2020 - 10:34 WIB

Cyberthreat.id – Pernahkah Anda bertanya tentang bagaimana Zoom memiliki data pribadi Anda? Apa yang Zoom lakukan terhadap data Anda?

Di situs web perusahaan, diakses Senin (20 Juli 2020), Zoom menjelaskan bagaimana perusahaan memproses data pribadi penggunanya.

Perusahaan aplikasi telekonferensi tersebut mendefinisikan data pribadi sebagai “informasi yang berkaitan dengan individu yang berhubungan langsung atau teridentifikasi.”

Menurut Zoom, “memproses data” dimaknai sebagai segala penggunaan data pribadi termasuk seperti mentransfer, mengumpulkan, merekam, menyimpan, menggunakan, menganalisis, menggabungkan, mengungkapkan, atau menghapusnya.

“Pernyataan ini dapat diperbarui secara berkala. Jika kami berencana untuk membuat perubahan materi apa pun dengan cara kami menangani data pribadi seperti yang dijelaskan di sini, kami akan memberitahu Anda dengan mem-posting versi terbaru dari pernyataan ini di situs web kami,” tulis Zoom.


Berita Terkait:


Dalam pemrosesan data pribadi yang diperoleh dari pengguna, Zoom tidak menyamaratakan semua pengguna, tapi membedakan sesuai status pelanggan. Pemrosesan data pelanggan umum tidak sama dengan pelanggan untuk dipakai anak-anak, pemerintah, dan bisnis.

Ada sembilan jenis data pribadi dari pengguna Zoom yang diprosesnya, antara lain:

1. Data pengguna akun

Menurut Zoom, data pengguna akun itu termasuk tanggal lahir (hanya untuk verifikasi usia, Zoom tidak menyimpan atau menggunakan informasi ini untuk tujuan lain), nama depan, nama keluarga, telepon (opsional), surat elektronik/email, pilihan bahasa, ID pengguna dan kata sandi (jika sistem masuk tunggal tidak digunakan), gambar profil untuk avatar (opsional), departemen (opsional), jadwal pertemuan.

Bagaimana Zoom mendapatkan itu semua? Dari pendaftar akun Zoom gratis

Data-data yang masuk ke jenis data pengguna akun Zoom gratis digunakan untuk beberapa hal: untuk mendaftarkan Anda di layanan, menampilkan avatar Anda untuk bertemu peserta, memberikan Anda dukungan, mengirimkan komunikasi pemasaran(jika diizinkan), memberikan pengumuman terkait pembaruan perangkat lunak, peningkatan, dan perbaikan sistem, untuk keperluan kontes, undian atau kegiatan promosi lainnya, dan memberikan Anda informasi acara Zoom dan penawaran dari Zoom atau co-sponsor acara.

Dalam memproses data pengguna akun, Zoom mengklaim dasar hukumnya yaitu kontrak dan kepentingan yang sah (legitimate interest) di bawah Regulasi Perlindungan Data Umum (GDPR).

2. Data pemegang akun berbayar

Informasi yang dikumpulkan dari akun Zoom berbayar terdiri dari data pengguna akun Zoom, nama tagihan, tagihan telepon, alamat tagihan, cara pembayaran, nama perusahaan (jika ada), jumlah karyawan (jika ada). Data ini diperoleh dari pendaftar akun Zoom berbayar.

Zoom mengklaim data pemegang akun berbayar ini akan digunakan untuk beberapa hal yakni:

  • buat akun Zoom
  • menyediakan layanan Zoom
  • menanggapi permintaan dukungan
  • kirim komunikasi pemasaran, jika diizinkan
  • memberikan pengumuman terkait pembaruan perangkat lunak, peningkatan, dan perbakan sistem.

Sementara itu, jenis data pemegang akun berbayar ini dasar hukumnya berdasarkan GDPR yakni kontrak dan kepentingan yang sah (legitimate interest).

3. Data operasi

Zoom mengatakan informasi yang diproses dari data operasi ini mengenai informasi teknis dari perangkat lunak atau sistem Zoom yang menghosting layanan, dan dari sistem aplikasi dan perangkat yang digunakan untuk mengakses layanan, seperti:

  • Data konfigurasi: informasi tentang penyebaran Layanan Zoom dan informasi lingkungan terkiat
  • Metadata rapat, metrik tentang kapan dan bagaimana rapat dilakukan
  • Data pengguna fitur: informasi tentang apakah dan bagaimana fitur layanan digunakan.
  • Data kinerja: metrik yang terkait diengan kinerja layanan.
  • Log layanan: informasi tentang peristiwa dan status sistem.

Zoom mengatakan data diambil secara otomatis melalui penggunaan layanan. Sementara itu, data operasi yang diproses Zoom ini digunakan untuk memafisilitasi pengiriman dan optimalisasi layanan, pantau kinerja pusat data dan jaringan Zoom, berikan dasbor dan laporan akun, menyediakan dukungan, menjaga keamanan infrastruktur dan layanan Zoom, mengelola rencana dan kebijakan pemulihan bencara, mendeteksi, menyelidiki dan menghentikan kegiatan penipuan, berbahaya, dan tidak sah atau ilegal (deteksi penipuan dan penyalahgunaan)

Juga, untuk konfirmasikan kepatuhan dengan kewajiban kontrak, mematuhi kewajiban hukum, membuat data anonim dan/atau agregat untuk meningkatkan produk kami dan untuk tujuan bisnis yang sah lainnya.

Untuk dasar hukumnya berdasarkan GDPR yakni kepentingan yang sah, lindungi kepentingan vital, dan kepatuhan hukum.

4. Data dukungan dan umpan balik

Data dukungan ini informasi yang telah disediakan oleh pelanggan untuk Zoom atau diproses dengan cara lain sehubungan dengan kegittan dukungan seperti obrolan atau panggilan dukungan (termasuk rekaman panggilan) dan tiket dukungan layanan, tiket dalam hal ini yakni ketika pengguna menanyakan sesuatu pastinya akan mendapatkan tiket.

Sedangkan, data umpan balik yaitu semacam hasil survei terkait dengan Skor Penyedia Net pelanggan dan layanan yang serupa terkait dengan penggunaan layanan yang relevan.

Zoom memeroleh data ini langsung dari pengguna Zoom dan digunakan untuk menanggapi permintaan dukungan, dan melakukan analisis anonim, agregat untuk meningkatkan kinerja. Dasar hukum GDPR yaitu kontrak dan kepentingan yang sah.

5. Perkiraan lokasi

Zoom menjelaskan bahwa data ini, misalnya kota terdekat. Pihaknya mendapatkan data ini secara otomatis melalui penggunaan layanan.

Data ini akan digunakan untuk menghubungkan pengguna ke pusat data terdekat, mematuhi privasi dan undang-undang lainnya, misalnya, sehinggga “kami dapat memberi penggunanya pemberitahuan yang tepat untuk wilayahnya, sarankan pilihan seperti preferensi bahasa, pantau kinerja pusat data dan jaringan Zoom, dan mengarahkan permintaan dukungan,” tulis Zoom.

Dasar hukum GDPR yakni kontrak, kepentingan yang sah, dan kewajiban hukum.

6. Pengidentifikasi persisten pada halaman pemasaran

Data yang dikumpulkan, kata Zoom, melalui penggunaan cookie dan piksel dari alat (seperti Google Analytics dan Google Ads), terdiri dari alamat protokol internet (IP), jenis browser, penyedia layanan internet (ISP), URL Perujuk, Keluar dari halaman, file yang dilihat di situs pemasaran Zoom, sistem operasi, tanggal/cap waktu, dan perkiraan lokasi.

Zoom mengaku dalam mendapatkan data ini bergantung dengan aturan konfigurasi alat preferensi cookie Zoom.

Kegunaan data ini yaitu untuk analisis bagaimana situs web Zoom digunakan sehingga Zoom dapat meningkatkan pengalaman penggunanya, menyelesaikan pesanan dan ingat pengaturan Anda, mengidentifikasi preferensi bahasa, mengevaluasi keberhasilan kampanye pemasaran Zoom, dan untuk pemasaran, termasuk memfasilitasi penyesuaian iklan yang Anda lihat ketika Anda menggunakan layanan online lainnya.

Dasar hukumnya GDPR yaitu persetujuan dan kepentingan yang sah.

7. Pengidentifikasi persisten pada halaman produk

Zoom mengatakan ini adalah cookie pihak ketiga yang diperlukan untuk dukungan teknis dan untuk memberikan layanan. Untuk mendapatkan datanya, Zoom secara otomatis mengambilnya ketika Anda menggunakan layanan dari browser web Anda. Hal ini digunakan untuk menyediakan layanan dan memberikan dukungan teknis. Dasar hukumnya GDPR, yakni kontrak dan kepentingan yang sah.

8. Data pemasaran

Data yang diproses dari data pemasaran yakni  layanan pengayaan data (hanya terkait dengan halaman pemasaran), dan daftar email untuk pemasaran (jika diizinkan oleh hukum yang berlaku). Data ini diperoleh Zoom dari pihak ketiga dan sumber publik, yang nantinya digunakan Zoom untuk kegiatan pemasaran, mengirim komunikasi pemasaran, dan memberikan informasi yang disesuaikan tentang layanan mereka. Dasar hukumnya berdasarkan GDPR yakni kepentingan yang sah.

9. Informasi peserta acara yang disponsori Zoom atau disponsori bersama

Menurut Zoom, data yang diproses yaitu judul dan detail acara, nama, alamat email, dan pekerjaan (jika berlaku). Data-data tersebut didapatkan Zoom dari Anda atau pihak yang bertanggung jawab mendaftarkan Anda untuk acara yang disponsori Zoom.

Data-data digunakan untuk berkomunikasi dengan Anda terkait acara tersebut, jalankan kontes, undian atau kegiatan promosi lainnya, dan memberikan Anda informasi dan penawaran dari kami atau co-sponsor acara. Dasar hukumnya dari GDPR yakni kontrak, persetujuan, dan kepentingan yang sah.

Klaim tidak memantau

Selain kesembilan data itu, Zoom menekankan bahwa konten pelanggan (terkait file obrolan, transkrip, file, atau informasi lain yang diunggah saat menggunakan layanan Zoom) diklaim Zoom hanya untuk hal-hal sehubungan dengan penyediaan layanan.

“Kami tidak memantau, menjual, atau menggunakan konten pelanggan untuk tujuan lain apa pun,” tulis Zoom.

Zoom mengatakan perusahaan tidak mengontrol tindakan siapa pun pengguna layanan. Namun, perusahaan tidak bertanggung jawab terkait pengguna yang menghindari langkah-langkah keamanan yang terkandung dalam layanan.

“Anda harus berhati-hati tentang akses yang Anda berikan kepada orang lain saat menggunakan layanan,dan informasi yang Anda pilih untuk dibagikan saat menggunakan Layanan,”  tulis Zoom.

Zoom menjelaskan bahwa mereka memproses data pribadi dalam dua cara berbeda yakni situs web dan aplikasinya yang diperoleh dari halaman web atau antarmuka aplikasi selulernya dan digunakan untuk menyediakan layanannya.

Ada pula data yang diproses Zoom yang berasal dari halaman webnya yang bisa diakses tanpa masuk ke akun Zoom (halaman pemasaran). Halaman ini, kata Zoom, seperti www.zoom.us, dirancang untuk mendorong penjualan langganan Zoom.

“Seperti banyak perusahaan, kami menggunakan layanan iklan yang mencoba menyesuaikan iklan online dengan minat Anda berdasarkan informasi yang dikumpulkan melalui cookie dan teknologi serupa di Halaman Pemasaran kami. Ini disebut iklan berbasis minat,” kata Zoom.

Jika tidak ingin data ini didapatkan maka Anda harus mengklik di halaman pemasaran Zoom “Jangan jual Informasi Pribadi Saya” di bagian bawah halaman webnya Zoom.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#zoom   #telekonferensi   #videoteleconference   #zoombombing   #datapribadi   #perlindungandatapribadi   #ruupdp

Share:

BACA JUGA
Berbekal Boarding Pass Pesawat, Peneliti Ini Ungkap Detail Paspor Mantan PM Australia Tony Abbott
Diperiksa Bareskrim Polri, Denny Siregar Ungkap Ada yang Seru
Facebook dan Instagram Kembali Digugat karena Memata-matai Pengguna untuk Iklan
Polisi NSW Bekuk Sindikat Kejahatan BEC, Kerugian Rp 69,7 Miliar
Sistem Otomatis Palo Alto Networks Mendeteksi Delapan Modus Kejahatan Domain Squatting