IND | ENG
Diganggu Geng Pembuat Malware, Layanan Berbagi File Firefox Send Dinonaktifkan

Ilustrasi. Panda merah adalah hewan yang dijadikan ikon logo untuk peramban (browser) Firefox buatan Mozilla. | Foto: Unsplash

Diganggu Geng Pembuat Malware, Layanan Berbagi File Firefox Send Dinonaktifkan
Andi Nugroho Diposting : Kamis, 09 Juli 2020 - 11:22 WIB

Cyberthreat.id – Mozilla, pengembang peramban Firefox, sementara menonkatifkan layanan berbagi file Firefox Send lantaran sedang menyelidiki adanya ancaman malware.

Saat ini, Mozilla telah menambahkan fitur “Report abuse” jika pengguna mengalami masalah dari layanan yang dirilis pada Maret 2019.

Layanan tersebut awalnya dirancang untuk menyediakan wadah file yang diklaim aman dan privat. Semua file yang diunggah dan dibagikan melalui Firefox Send disimpan dalam format terenkripsi dan pengguna dapat mengonfigurasi jumlah waktu file disimpan di server dan jumlah unduhan sebelum file berakhir.

“Sayangnya, layanan itu ternyata dapat dijangkau siapa saja ketika mengakses portal send.firefox.com,” tulis ZDNet, diakses Kamis (9 Juli 2020).

Menurut Mozilla, ketika layanan itu diperketat, pembuat malware mulai mengancam dengan mengunggah muatan jahat di Firefox Send.

“File itu disimpan dalam format terenkripsi dan kemudian peretas membagikan tautan di dalam email yang mereka kirim ke calon korban,” tulis ZDNet.

Selama beberapa bulan terakhir, Firefox Send telah digunakan untuk menyimpan muatan untuk semua jenis operasi kejahatan dunia maya, dari ransomware hingga kejahatan finansial, dan dari trojan perbankan hingga spyware yang digunakan untuk menargetkan aktivis hak asasi manusia.

FIN7, REVil (Sodinokibi), Ursnif (Dreambot), dan Zloader adalah beberapa dari komunitas malware yang terlihat memanfaatkan muatan jahat di Firefox Send.[]

#mozilla   #firefox   #internet   #ancamansiber   #serangansiber   #perlindungandata   #pelacakanpengguna   #malware

Share:

BACA JUGA
Awas, Kerentanan Zero-Day di Windows 10 dan Internet Explorer 11
CactusPete, Hacker Medioker Asal China yang Kerap Berhasil dalam Serangannya
Imbas Larangan Transaksi ke WeChat, Sejumlah Perusahaan AS Protes ke Trump
Google Setop Beri Data ke Otoritas Hong Kong, Ini Alasannya
Group-IB Identifikasi Aksi Hacker RedCurl yang Memata-matai Perusahaan Sejak 2018