IND | ENG
Awas, Indonesia Sasaran Cryptojacking, Kenali Ciri-ciri Serangannya

Ilustrasi | Foto: Istimewa

Awas, Indonesia Sasaran Cryptojacking, Kenali Ciri-ciri Serangannya
Faisal Hafis Diposting : Rabu, 08 Juli 2020 - 15:03 WIB

Cyberthreat.id - Data Kaspersky menunjukkan terjadinya lebih dari satu juta upaya serangan cyrptojacking atau penambangan kripto di kawasan Asia Tenggara selama kuartal pertama 2020. Serangan itu fokus menyasar bisnis UKM yang angkanya persisnya mencapai 1.064.177 serangan.

Dibandingkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya, angka tersebut naik sebanyak 12 persen dengan 949.592 upaya serangan crytojacking di tahun 2019.

Dari total serangan di kuartal pertama 2020, Indonesia menempati peringkat ketiga secara global dan peringkat pertama di Asia Tenggara dengan total sebanyak 481,944 upaya serangan cryptojacking.

Crytojacking sendiri merupakan aktivitas hacker menggunakan malware penambangan yang secara diam-diam menambang mata uang digital pada perangkat yang terinfeksi.

Menurut Kaspersky, penambangan terjadi ketika pelaku kejahatan siber memasang program berbahaya di perangkat targetnya atau melalui malware fileless tanpa sepengetahuan pengguna. Malware penambangan ini mengeksploitasi tenaga pemrosesan perangkat. Dan, orang-orang awam pada umumnya tidak mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi malware.

Kondisi ini memungkinkan para penjahat cyber memanfaatkan kekuatan pemrosesan korban demi tujuan jahat. Kaspersky dalam pernyataannya mengatakan crytojacking juga terjadi ketika korban mengunjungi situs yang memiliki skrip penambangan yang tertanam di peramban (browser).

"Karena gejala dan konsekuensi dari crytomining masih kabur dan tidak lebih brutal daripada serangan ransomware dan phising, maka lebih mudah bagi UKM untuk mengabaikannya (dan menganggapnya) sebagai masalah teknis belaka," kata Yeo Siang Tiong, General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara, Rabu (8 Juli 2020).

Dampak serangan cryptojacking cukup merugikan dalam jangka panjang. Dengan peningkatan serangan crytojacking yang cepat di kawasan Asia Tenggara, tentu harus menjadi peringatan bagi berbagai macam perusahaan.

"Pelaku kejahatan siber melakukan serangan ini karena menguntungkan. Sudah saatnya bagi kita untuk menyadari hal ini dan meningkatkan pertahanan terhadap ancamannya," ujar Tiong.

Pengguna dapat mengenali sejumlah ciri-ciri jika terinfeksi serangan crytojacking.

Berikut tanda-tanda atau indikasi perangkat Anda dimanfaatkan untuk penambangan kripto berdasarkan penelitian Kaspersky:

1. Terjadi peningkatan konsumsi listrik dan penggunaan CPU secara substansial atau kerja dari CPU sangat keras.

2. Respons sistem akan melambat, termasuk respons dari memori perangkat, prosesor dan adaptor grafis mengalami kemacetan, karena menyelesaikan tugas penambangan kripto.

3.Jika perangkat menggunakan paket data, pengguna akan melihat peningkatan penggunaan data.

4. Bandwidth yang terbuang akan mengurangi kecepatan dan  efisiensi beban kerja komputasi yang sah.

5. Baterai akan berkurang lebih cepat dari sebelumnya dan perangkat dapat berjalan sangat panas.

Selain menggunakan antivirus tepercaya, Kaspersky menyarankan para pengguna untuk meningkatkan kesadaran keamanan, monitoring lalu lintas web dan memantau secara berkala muatan servernya.[]

Redaktur: Arif Rahman

#Kaspersky   #cryptojacking   #cryptocurrency   #Malware   #fileless   #browser   #cpu   #literasikeamanansiber

Share:

BACA JUGA
Awas, Kerentanan Zero-Day di Windows 10 dan Internet Explorer 11
CactusPete, Hacker Medioker Asal China yang Kerap Berhasil dalam Serangannya
China Bersiap Luncurkan Proyek Percontohan Mata Uang Digital
Riset F5 Networks: Data Breach Tidak Mempengaruhi Penggunaan Aplikasi
WastedLocker Mampu Mem-ByPass Deteksi Perilaku yang Dipasang di Anti-Malware