IND | ENG
Akun Twitter Menhan Isreal Diretas, Unggah Bendera Palestina

Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennet. | Foto: Marc Israel Sellem/POOL

Akun Twitter Menhan Isreal Diretas, Unggah Bendera Palestina
Andi Nugroho Diposting : Senin, 09 Maret 2020 - 13:35 WIB

Cyberthreat.id – Akun Twitter Menteri Pertahanan Israel Naftali Bennet diretas pada Jumat (6 Maret 2020) malam dan menampilkan bendera Palestina. Bennet juga dikenal sebagai Ketua Aliansi Politik Yamina, yang memiliki ideologi politik Zionisme.

Selain mengunggah konten yang mendukung Palestina, peretas juga menampilkan lirik lagu kebangsaan dan bendera Turki. Namun, unggahan tersebut kini telah dihapus setelah dilaporkan ke platform.

Tidak ada indikasi bahwa insiden itu dikaitkan dengan "kegiatan teroris yang bermusuhan", dan peretasan itu tidak melanggar email pribadi menteri atau ponsel, melainkan hanya kata sandi Twitter-nya, demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel menanggapi peretasan itu seperti dikutip dari Haaretz, Sabtu (7 Maret).

Kemhan Israel juga menambahkan, peretas hanya mengakses akun Twitter tersebut dalam beberapa detik. Namun, menurut jurnalis juga blogger Israel Ido Kenan, peretas memiliki akses ke akun Bennett setidaknya selama tujuh menit merujuk pada unggahan yang dilakukan peretas.



Sumber: akun Twitter @idokius


Menurut Kemhan Israel, peretasan itu telah ditangani oleh tim siber internal dan kata sandi akun Twitter Bennet telah diganti segera setelah kejadian.

Peretasan akun Twitter politisi memang umum terjadi dan sebagian besar bermotivasi finansial dan politis. Namun, peretas canggih dapat menyebabkan efek besar.

Sebagai contoh, pada 2013 peretas mengambil alih akun Twitter kantor berita Associated Press dan mengirim twit palsu tentang ledakan di Gedung Putih. Efek hoaks tersebut luar biasa cepat: pasar keuangan AS bergejolak. Dalam waktu tiga menit setelah rilis twit itu, hampir semua pasar AS termakan oleh berita palsu—yang oleh para trader kala itu sebagai "kekacauan murni”.

Data Reuters menunjukkan twit tersebut secara singkat menghilangkan uang senilai US$ 136,5 miliar dari nilai indeks S&P 500 sebelum pasar pulih kembali. Sebuah kelompok yang menyebut dirinya Tentara Elektronik Suriah (Syrian Electronic Arm), yang mendukung Presiden Bashar Assad, mengaklaim bertanggung jawab atas peretasan akun Twitter AP itu.

Meski akun medsos yang dilanggar tidak menimbulkan ancaman keamanan yang signifikan, peretasan akun Twitter politisi juga bisa menunjukkan, bahwa peretas dapat mengakses akun resmi pejabat terkemuka lainnya. Kekhawatiran lain ialah peretas bisa mengungkapkan informasi rahasia dan sensitif.[]

#israel   #hamas   #palestina   #twitter   #menteripertahananisrael   #naftalibennet   #yamina

Share:

BACA JUGA
Pemerintah Dituding Gunakan Spyware kepada Jurnalis, PM Maroko Minta Bukti
Diprotes NYT soal Hak Cipta, Twitter Cabut Foto yang Diunggah Presiden Donald Trump
BlueKai Bocorkan Miliaran Data Pelacakan Web, Insiden Terbesar Setelah ElasticSearch 2019
Waspadai Notifikasi Palsu dari Instagram, Facebook, dan Twitter
Twitter Blokir Akun dan Tautan ke Situs DDOSecrets yang Ungkap 296 GB Dokumen Kepolisian