IND | ENG
Google Cloud Kenalkan Detektor Baru Ancaman Siber

Google | Foto: searchengineland.com

Google Cloud Kenalkan Detektor Baru Ancaman Siber
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 25 Februari 2020 - 10:45 WIB

Cyberthreat.id – Google Cloud mengenalkan sejumlah perangkat keamanan sibernya, Senin (24 Februari 2020). Alat keamanan baru ini bagian dari strategi pasar perusahaan untuk melayani pelanggan. Apa saja perangkat barunya tersebut?

  • Chronicle

Ini perangkat yang dirancang untuk menganalisis tingkat keamanan. Chronicle awalnya sebuah perusahaan cybersecurity yang lahir dari unit X Moonshot miliknya Alphabet (induk Google). Namun, tahun lalu, Chronicle dilebur ke Google Cloud.

Yang baru adalah pelanggan yang menggunakan platform analitik keamanan Chronicle akan dapat mendeteksi ancaman menggunakan YARA-L, bahasa pemrograman yang dibuat khusus untuk melihat perilaku ancaman terkini.

YARA adalah bahasa pemrograman sumber terbuka (open-source) yang sering dipakai untuk menulis panduan mendeteksi malware. Tim Chronicle membuat versi baru ini untuk diterapkan pada log keamanan dan telemetri lainnya, seperti data EDR dan lalu lintas jaringan. YARA-L (L untuk log) memungkinkan analis keamanan untuk menulis panduan yang lebih cocok untuk mendeteksi jenis ancaman modern yang dijelaskan dalam Mitre ATT & CK (platform yang mengatur dan mengategorikan jenis taktik dan teknik yang digunakan oleh aktor jahat).

Chronicle memperkenalkan struktur data baru yang menggabungkan model data baru dengan kemampuan untuk secara otomatis menautkan banyak peristiwa ke dalam satu timeline. Palo Alto Networks Cortex XSOAR adalah mitra Google Cloud pertama yang terintegrasi dengan struktur baru ini.

  • Web Risk API & reCAPTCHA Enterprise

Keduanya secara umum membantu sebuah perusahaan/lembaga melindungi akun pengguna dari aktivitas penipuan di web.

Web Risk API memiliki tugas, antara lain:

  • membantu organisasi mengidentifikasi situs web jahat yang diketahui,
  • membantu memperingatkan pengguna sebelum mereka mengklik tautan jahat di situs web instansi/lembaga tertentu, dan
  • membantu mencegah pengguna memposting tautan ke halaman berbahaya yang diketahui.

Sementara, layanan reCAPTCHA Enterprise dirancang membantu melindungi terhadap aktivitas seperti pencurian atau ekstraksi data, penyalahgunaan kredensial, dan pembuatan akun otomatis, demikian seperti dikutip dari ZDNet.[]

#google   #googlecloud   #chronicle   #webriskapi   #recaptcha   #captcha   #keamanansiber   #cybersecurity

Share:

BACA JUGA
Situs Web Jurnal KPU RI Disusupi Hacker
Cybersecurity di Era New Normal
Google: Hacker Disponsori Negara China dan Iran Targetkan Tim Kampanye Donald Trump dan Biden
Terapkan Enkripsi End-to-End, Zoom Jamin Tak Ada Backdoor untuk Siapa Pun
Google Hadapi Class Action Akibat Melacak Pengguna dan Mengumpulkan Data Diam-diam