IND | ENG
Teradata Vantage, Platform Olah Data Berbasis Hybrid Cloud

(Dari kiri ke kanan) KC Lim, Senior Director, Partner Organization Teradata Asia Pasific dan Japan, Keith Budge (tengah) Executive Vice President Asia Pacific Teradata dan Erwin Sukiato (kanan), Presiden Direktur Teradata Indonesia) pada acara Teradata Media Briefing di Jakarta, Kamis (20 Februari 2020) | Foto : Arsip Teradata

Teradata Vantage, Platform Olah Data Berbasis Hybrid Cloud
Eman Sulaeman Diposting : Kamis, 20 Februari 2020 - 20:00 WIB

Jakarta,Cyberthreat.id-Teradata, perusahaan analisa data yang fokus dalam industri pervasive data intelligence  mengumumkan Teradata Vantage, sebah platform pengolahan data berbasis hybrid cloud dengan subscription model, yang menjadi bisnis saat ini dan masa depan di pasar global termasuk Indonesia.

Presiden Direktur Teradata Indonesia Erwin Sukiato mengatakan, Teradata Vantage memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan pengolahan data dengan mengintegrasikan fungsi dari mesin analytics yang preskriptif, prediktif, dan deskriptif, pengambilan keputusan secara otonom, dan fungsi machine learning.

Menurut Erwin, di Indonesia, dua industri utama yang menjadi fokus bisnis Teradata adalah perbankan dan sektor pemerintahan.

“Teradata membantu industri perbankan dalam mendeteksi kemungkinan terjadinya fraud dan peningkatan analisa prediksi resiko serta meningkatkan pengalaman dengan customer menjadi lebih baik. Sektor pemerintahan terutama Direktoral Jenderal Pajak juga terbantu oleh Teradata untuk mengolah data Wajib Pajak dengan cepat dan efisien serta mendeteksi dini untuk mengurangi fraud serta penghindaran pembayaran pajak,” kata Erwin di Jakarta, Kamis, (20 Februari 2020).

Erwin menjelaskan, penggunaan platform dengan basis hybrid cloud memungkinkan semua data berada dalam satu tempat dan dengan mudah diakses dimana saja dan kapan pun.

Ini merupakan sebuah solusi cerdas untuk mengatasi berbagai masalah kompleksitas pengolahan data dan juga meningkatkan kecepatan pengolahan data sehingga lebih efisien.

“Teradata Vantage menjadi sebuah jawaban dalam hal skalabilitias data dan mendukung berbagai antarmuka yang paling umum, termasuk SQL, Python and R, BI dan visualisasi, fungsionalitas lanjutan SAS, Jupyter dan Rstudio,” jelas Erwin.

Sementara,  Keith Budge, Executive Vice President Asia Pacific Teradata mengungkapkan, berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh Teradata Vantage diantaranya adalah pengguna dapat menggunakan tiga public cloud service terkemuka dari AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud (tersedia di tahun 2020), serta skema pembayaran pay as you go.

Fleksibilitas skema pembayaran ini juga memberikan keuntungan bagi pengguna. Pengguna hanya membayar apa yang mereka butuhkan sehingga memberikan efisiensi bagi perusahaan. Penggunaan platform berbasis cloud juga memberikan tidak ada batasan dalam ukuran pengolahan data.

“Sekarang sangat penting bagi perusahaan untuk mulai melakukan migrasi ke platform pengolahan data berbasis hybrid cloud untuk meningkatkan efektifitas dan efisisensi sumber daya perusahaan. Cloud Subscription dapat menjadi sebuah game changer dalam hal efektifitas biaya, simplisitas akses data, dan efisiensi pengolahan data. Hal ini memberikan value yang tak tertandingi bagi kemajuan dan pertumbuhan bisnis perusahaan,” tutur Keith Budge.

Untuk itu, sejalan dengan strategi bisnisnya di Indonesia, Teradata telah menunjuk PT Phintraco Technology dan PT Mastersystem Infotama sebagai mitra resmi untuk mengembangkan bisnis dan memberikan pelayanan kepada pelanggan saat ini. PT Phintraco Technology dan PT Mastersystem Infotama sudah meningkatkan pengembangan tenaga ahli untuk dapat mengimplementasi solusi Teradata.[]


 

#teradata   #hybridcloud   #teradatavantage   #olahdata   #analisadata   #platformpengolahandata   #cloud

Share:

BACA JUGA
Machine Learning Digunakan untuk Selamatkan Orangutan di Kalimantan
Kerentanan di Produk VMware, Hacker Bisa Membajak Infrastruktur Perusahaan
ITB Kembangkan Teknologi AI Menyambut Era New Normal
Ancaman di Sektor Jasa Keuangan Meningkat, Covid-19 Membawa Serangan ke Babak Baru
McAfee: Serangan Cloud Meningkat 630 Persen Selama Covid-19