IND | ENG
Strategi Nasional Pengembangan AI Ditargetkan Rampung Juli

Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence

Strategi Nasional Pengembangan AI Ditargetkan Rampung Juli
Faisal Hafis Diposting : Kamis, 20 Februari 2020 - 18:01 WIB

Jakarta, Cyberthreat.id - Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional sedang menggodok  Strategi Nasional Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Strategi itu ditargetkan rampung Juli mendatang.

"Ya, Pak Menteri mintanya bulan Juli 2020. Pengennya kan melakukan hal yang bagus," kata Michael Andreas Purwoadi, Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kepada awak media, di Jakarta, Kamis (19 Februari 2020).

Oktober lalu, pemerintah ingin memiliki Strategi Nasional Pengembangan Kecerdasan Buatan. Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek Bambang Brodjonegoro mengakui selama ini, kecerdasan buatan hanya jadi bagian dari Revolusi Industri 4.0 di Indonesia, tapi tidak memiliki peta jalan (roadmap) nasional.

Salah satu program yang sedang dikembangkan lewat teknologi AI adalah membangun kecerdasan buatan untuk mengatasi kebakaran hutan.

Dalam rencana pengembangan ini, kata Purwoiadi, banyak pemangku kepentingan yang dilibatkan, mulai dari akademisi, instansi pemerintah serta sektor swasta.

"Kayak Tokopedia, Bukalapak, Kata.AI dan lainnya, banyak swasta yang ikut. Kemudian, dari pemerintah itu banyak juga dari Kemenristek BRIN, LIPI, BPPT, kemudian asosiasi ada 40-an lebih," ucap Purwoadi.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan mengenai strategi tersebut masih dalam tahap awal. Disebutkan, para pemangku kepentingan baru empat kali melakukan pertemuan dan pembahasan.

"Dari empat itu kita menyusun tim. Kemudian, menentukan potensi-potensi prioritasnya dimana dan juga menentukan framework," jelasnya.

Diharapkan dengan adanya Strategi Nasional Pengembangan Kecerdasan Buatan ini dapat membantu Indonesia dalam memanfaatkan AI dalam perkembangan ekonomi digital dan memberikan pelayanan sosial yang lebih baik dan lebih efisien. Meski demikan ia mengaku terdapat tantangan dalam pengembangan AI.

"SDM kita masih kurang, penelitian kita masih kurang, jadi itulah yang perlu ditingkatkan."[]

Editor: Yuswardi A. Suud

#artificialintelligence   #AI   #kecerdasanbuatan   #

Share:

BACA JUGA
Anies Mau Transparansi, tapi Publikasi Jejak Lokasi Berhenti
Kasus Covid-19 di Sumut Melonjak, Pusat dan Daerah Beda Data
600 Situs Web Terkait Virus Corona di Inggris Dicabut
Taiwan Instruksikan Kantor Pemerintah Tak Pakai Zoom
Jatim Beritahu Korban Covid-19 di Lokasi Anda via WhatsApp