IND | ENG
Setelah ProtonMail, Giliran Tutanota Diblokir Rusia

Layanan gratis email terenkripsi dari Tutanota | Foto: Tutanota

Setelah ProtonMail, Giliran Tutanota Diblokir Rusia
Andi Nugroho Diposting : Selasa, 18 Februari 2020 - 11:45 WIB

Cyberthreat.id – Setelah memblokir layanan gratis email terenkripsi ProtonMail (dan layanan VPN yang masih segrup: ProtonVPN), Rusia kini memblokir layanan email serupa: Tutanota.

Pemblokiran, seperti diberitakan BleepingComputer, Senin (17 Februari 2020), dilakukan sejak 14 Februari lalu. Sejauh ini, Roskomnadzor, pengawas telekomunikasi Rusia, belum memberikan pernyataan resmi soal pemblokiran.

Biasanya, Roskomnadzor memberikan pernyataan sebelum melakukan pemblokiran, seperti halnya ProtonMail dan ProtonVPN. Kali ini blokir datang tanpa ada pemberitahuan sama sekali.

“Bahkan, belum ada otoritas Rusia yang menghubungi atau memberi tahu Tutanota tentang pemblokiran tersebut. Tutanota mempertanyakan mengapa Tutanota diblokir di Rusia,” kata salah satu pendiri dan pengembang Tutanota Matthias Pfau.


Berita Terkait:


Seperti yang ditunjukkan oleh OONI Explorer–alat untuk menunjukkan sensor online –Tutanota diblokir di beberapa bagian Rusia.

"Tutanota juga terdaftar dalam daftar situs yang diblokir yang disediakan oleh aktivis Rusia," tutur dia.

Langkah Rusia untuk memblokir Tutanota untuk semua pengguna Rusia dipandang sebagai upaya untuk memblokir akses warga negaranya ke komunikasi rahasia dan terenkripsi. Padahal, inilah inti dari produk perusahaan, yaitu layanan email sumber terbuka, aman, dan gratis untuk pengguna pribadi.

"Kami belum diberi alasan resmi untuk penyumbatan di Rusia oleh pihak berwenang," kata Pfau kepada BleepingComputer dalam sebuah wawancara email.

"Kami masih mengevaluasi situasi dan mencari tahu bagaimana kami dapat menyelesaikan ini untuk pengguna layanan email aman kami di Rusia. Untuk saat ini, kami meminta mereka untuk menggunakan peramban (browser) Tor atau VPN untuk mengakses Tutanota," ia menambahkan.

Menentang otoriter

Menurut Pfau, komunikasi terenkripsi adalah duri bagi pemerintah otoriter seperti Rusia. Karena pemerintah tidak mungkin bisa “menguping” komunikasi penggunanya.

Pemblokiran Tutanota tidak hanya terjadi kali ini saja. Sejak Oktober 2019, pemerintah Mesir sudah memblokir layanan ini.

“Kami mengutuk pemblokiran Tutanota. Ini adalah bentuk sensor terhadap warga Rusia yang sekarang kehilangan saluran komunikasi aman online lainnya,” kata Pfau di blog perusahaan.

“Di Tutanota kami memperjuangkan hak pengguna kami untuk privasi online, juga, dan khususnya, di negara-negara otoriter seperti Rusia dan Mesir.”

“Di banyak negara demokrasi, kebebasan berbicara dilindungi oleh konstitusi. Di negara-negara lain, misalnya, di China, Rusia dan Mesir, adalah umum bahwa negara menghentikan atau membatasi akses ke informasi atau alat komunikasi yang tidak diinginkan,” Pfau menambahkan.

Sekadar diketahui, Tutanota berasal dari bahasa Latin yang terdiri dari dua kata: “Tuta” dan “Nota” yang berarti pesan aman.

Tutanota memberikan pelayanan 1 gigabita penyimpanan gratis untuk pengguna pribadi. Pengembang juga menyediakan layanan untuk akun email bisnis. Tak hanya itu, pengembang juga memiliki layanan lain yang terenkripsi yaitu Secure Connect, sebuah formulir kontak terenkripsi open source yang memungkinkan setiap pengunjung situs web menghubungi secara rahasia.[]

#protonmail   #belarusia   #swiss   #email   #internet   #tutanota   #emailenkripsi   #enkripsi   #rusia   #Roskomnadzor   #mesir

Share:




BACA JUGA
Tencent Minta Pemerintah China Perketat Tata Kelola Ekonomi Internet
Terapkan Sertifikat Tanah Elektronik, Pemerintah Perlu Cadangan Pusat Data
Peneliti Ungkap Kecanduan Smartphone Ganggu Jam Tidur, Begini Solusinya
Rusia Tuduh Twitter Langgar UU karena Gagal Hapus Konten
Mengenal Russian Password Stealer yang Dikendalikan Geng CyberVor