IND | ENG
Pornware Kerap Tidak Terdeteksi Antivirus

Melwin Syafrizal

PAKAR KEAMANAN SIBER AMIKOM - MELWIN SYAFRIZAL
Pornware Kerap Tidak Terdeteksi Antivirus
Faisal Hafis Diposting : Sabtu, 11 Januari 2020 - 05:01 WIB

Cyberthreat.id - Iklan pop-up yang muncul sering kali mengganggu para pengguna saat berselancar pada peramban (browser). Lalu, bagaimana jika konten iklan yang ditampilkan itu tidak biasa. Sebut saja pornografi.

Sengaja atau tidak sengaja, mengklik suatu link yang berbahaya dapat menginfeksi perangkat yang digunakan oleh Malware jahat dengan tujuan tertentu. Salah satunya Pornware.

Dari namanya sudah bisa diidentifikasi apa itu pornware dan gunanya. Selain virus, spyware, adware, dan malware, ada jenis infeksi baru yang tersedia di seluruh Internet menunggu komputer kita untuk menyebarkannya.

Pornware akan selalu ada untuk mendukung pornografi yang sudah menjadi industri luar biasa besar. Profit bisnis pornografi global jauh lebih menguntungkan ketimbang bisnis sekelas Netflix.

Sebagai gambaran, keuntungan bisnis pornografi di Amerika Serikat (AS) mencapai 97 miliar USD (Rp 1333 triliun) pertahun sebagaimana dinyatakan Managing director Adult Video News (AVN) Dan Miller (Yahoo News 20 Juni 2019).

Internet akan selalu dipenuhi pornware yang merayu pengguna untuk mengklik dan mengonsumsinya. Dan negara seperti Indonesia tidak akan pernah mendapatkan keuntungan dari pornware kecuali ancaman yang mengintai dibalik tersebut.

Indonesia dengan perkiraan 200 juta pengguna internet di tahun 2020 adalah pasar yang besar untuk selalu diserbu pornware. Artinya, ada pengguna, ada konsumen, ada klik, ada pasar, dan mungkin saja ada korban, maka pornware akan terus berdatangan serta semakin banyak.

Cybersecurity Specialist dan Researcher Universitas Amikom Yogyakarta, Melwin Syafrizal, mengatakan tidak menutup kemungkinan pornware yang hadir di perangkat mengusung spyware dan adware.

Kepada reporter Faisal Hafis, penulis buku 'Pengantar Jaringan Komputer' itu menuturkan apa itu pornware dan kenapa perangkat lunak ini bisa sangat berbahaya.

Berikut kutipan wawancaranya:

Apa itu Pornware?

Pornware ini termasuk kategori Malware. Jadi, ini seperti virus dan lainnya. Nah, Pornware ini program jahat yang menampilkan iklan berbau konten pornografi. Tetapi, pada beberapa antivirus standar yang ada, itu tidak mendeteksi Pornware sebagai program jahat.

Motif penjahat menyebarkan Pornware dan bahayanya apa?

Saat ini, pornware baru sebatas mengganggu para penggunanya saja. Tujuan dari Pornware ini adalah agar orang yang sudah di-inject software jahat, sengaja atau tidak sengaja, pengguna akan membuka halaman website yang isinya konten pornografi.

Kemarin mertua saya terkena dampak dari Pornware ini. Beliau mengklik suatu iklan pada android dan setelah itu browser yang digunakan secara terus menerus memunculkan tab-tab baru pada browser untuk mengarahkannya ke situs-situs pornografi.

Selain mengganggu, adakah dampak lainnya?

Kita tidak menutup kemungkinan akan adanya spyware dan adware lain didalam (software pornware) yang didownload. Spyware dan adware itu bisa masuk melalui trojan yang didalamnya ditambahkan aplikasi yang tidak kita inginkan (Potentially Unwanted Application/PUP).

Apa keuntungan yang didapat si penjahat dengan Pornware?

Selama ini, mereka hanya memanfaatkan faktor finansial dan komersial. Tetapi, dalam perkembangannya ini (Pornware) bisa menjadi seperti Ransomware yang bisa meng-inject program lain dan kemudian bisa melakukan banyak hal di komputer korban.

Program saat ini, terutama Malware itu dikembangkan untuk berbagai kebutuhan atau tujuan tertentu. Saat ini, Ransomware yang paling menguntungkan, dimana dia mengenkripsi suatu file, lalu meminta sejumlah uang tebusan untuk mendekripsinya.

Ada berapa jenis model dari Pornware?

Terdapat, tiga jenis dari Pornware ini. Pertama namanya adalah 'Porn Dialler' yang merupakan jenis program yang kalau dia aktif, program ini langsung menelepon nomor telepon atau kode khusus terkait dengan konten dewasa.

Kedua ialah 'Porn Downloader' dimana fitur ini mengunduh file media pornografi ke dalam perangkat kita dan sekarang cukup banyak pada OS Android yang khusus menyediakan konten porno.

Lalu, ketiga ada 'Porn Tool' yang bertugas atau berfungsi khusus untuk mencari dan menampilkan materi-materi pornografi dari komputer pengguna yang terdampak.

Bagaimana cara pendistribusian Pornware ini?

Ada beberapa website yang begitu diklik link iklannya, akan langsung membuka tab baru dan link lainnya yang berhubungan dengan pornografi itu.

Sistem operasi apa yang paling banyak terinfeksi?

Saya belum tahu pasti. Tetapi, yang saya lihat Android dan Windows-nya adalah yang paling banyak terinfeksi Pornware.

Bagaimana cara terhindar dari Pornware ini?

Terutama itu jangan mengklik file berbahaya dari sumber yang tidak tepercaya. Jika sudah terinfeksi, metode paling cepatnya adalah clear history pada browser yang digunakan. Setelah itu, install antivirus atau kita cek program mana yang sudah terinfeksi.

Antivirus apa yang dapat menghapus Pornware?

Ada beberapa antivirus yang saya tahu seperti spyware detector, malware detector dan beberapa produk dari Kaspersky bisa menghapus program jahat tersebut.

Redaktur: Arif Rahman

#Pornware   #Malware   #adware   #Ransomware   #melwinsyafrizal   #literasidigital   #keamananinformasi   #antivirus

Share:

BACA JUGA
BPKN Ingatkan Penanganan Pengguna Kartu Kredit yang Terdampak Covid-19
Hacker Maze Bobol Kontraktor Rudal Nuklir AS, Dokumen Sensitif Dibocorkan di Internet
Media Sosial Dinilai Telah Mengikis Nilai-nilai Pancasila
BSSN Terbitkan Panduan Keamanan di Perangkat Port Thunderbolt
Awas, Phishing yang Mencuri Kredensial Office 365 Terus Meningkat