IND | ENG
Eks Karyawan Morgan Stanley Rilis Pertukaran Aset Kripto

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Eks Karyawan Morgan Stanley Rilis Pertukaran Aset Kripto
Andi Nugroho Diposting : Jumat, 06 Desember 2019 - 07:56 WIB

New York, Cyberthreat.id – Sejumlah mantan karyawan Morgan Stanley, perusahaan perbankan asal New York, pada Rabu  (4 Desember 2019) meluncurkan Phemex, pertukaran derivatif cryptocurrency.

Phemex menawarkan perdagangan dalam waktu kurang dari satu milidetik untuk investor ritel dan institusi.

Jack Tao, yang mundur dari eksekutif Morgan Stanley pada Juli lalu, membentuk tim yang terdiri lebih dari 30 pengembang perangkat lunak senior, termasuk delapan mantan eksekutif dari BES Morgan Stanley dan tim infrastruktur aplikasi perusahaan.

"Internet memungkinkan untuk berkomunikasi dan mentransfer informasi. Blockchain publik memungkinkan transfer nilai instan," kata Tao kepada Reuters. Platform baru telah dalam tahap pengujian beta selama beberapa minggu dan memulai perdagangan pada 25 November lalu, kata Tao.

Ia mengatakan, Phemex dapat mengelola 300.000 transaksi per detik dan dapat mengirimkan entri pesanan dan waktu respons kurang dari 1 milidetik. Phemex menawarkan hingga 100 kali leverage kepada investor ritel dan institusional dalam kontrak bitcoin, ethereum, dan XRP.

Platform juga akan didukung tidak hanya aset crypto, tetapi juga produk keuangan tradisional, seperti indeks saham, suku bunga, valuta asing, komoditas pertanian, logam dan energi. Ini untuk memudahkan dan membuat percaya pengguna dalam berdagang.

Phemex juga telah membangun sistem “dompet dingin”  sendiri, yang memberikan alamat penyetoran independen untuk setiap pengguna, sehingga semua aset disimpan dalam “dompet dingin”.

#phemex   #morganstanley   #cryptocurrency   #kriptokurensi   #asetkripto   #matauangkripto   #bitcoin   #blockchain

Share:

BACA JUGA
Awas, Indonesia Sasaran Cryptojacking, Kenali Ciri-ciri Serangannya
Satgas Waspada Investasi Tindak 105 Layanan Fintech Ilegal
Awas Tawaran Investasi Palsu Bitcoin Berkedok Cerita Artis
Grup Hacker CryptoCore Curi Rp2,8 Triliun dari Bursa Uang Kripto
Gandeng Google dan Facebook, Inggris Bikin Sistem Pendeteksi Iklan Penipuan Online