IND | ENG
Pengguna Internet di Indonesia Capai 220 Juta Orang

illustrasi

Pengguna Internet di Indonesia Capai 220 Juta Orang
Oktarina Paramitha S Diposting : Kamis, 09 Juni 2022 - 17:48 WIB

Cyberthreat.id – Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII), Muhammad Arif menyebutkan pada tahun 2022 jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 220 juta orang.

Berdasarkan survei Internet Indonesia tahun 2021-2022 (Q1) selama pandemi covid-19 jumlah pengguna internet Indonesia terus tumbuh. Bahkan jumlahnya naik hingga 77 persen dari total seluruh penduduk di Indonesia. Padahal jumlah pengguna internet di Indonesia sebelum pandemi hanya mencapai kurang lebih 175 juta penduduk Indonesia.

“Ini artinya, pandemi covid-19 membawa dampak signifikan bagi penggunaan internet di Indonesia, karena saat ini pengguna internet kita mencapai 220 juta orang,” kata Arif dalam Indonesia Digital Outlook 2022, Kamis (9 Juni 2022).

Arif menyebutkan, jumlah pengguna internet yang sangat besar ini memungkinkan masyrakat untuk meningkatkan produktivitas dengan menggunakan produk inovasi digital seperti video conference, e-learning, video streaming, e-commerce, dan lainnya. Namun, penggunaan platform ini tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi disrupsi digital, untuk itu ia mendorong agar masyrakat tetap bijak dalam menggunakannya.

Menurutnya, peningkatan jumlah pengguna dan pemakaian internet di Indonesia sangat dipengaruhi pandemi covid-19. Sejak adanya pandemi ini, masyarakat Indonesia harus menggunakan internet untuk kegiatan sehari-hari seperti sekolah, bekerja, berbelanja, bahkan untuk berobat. Hal ini dilakukan demi mengurangi kontak secara langsung untuk mencegah penularan virus corona.

“Tumbuh besar juga karena semakin banyak yang memakai internet, didukung juga oleh infrastruktur digital yang ada,” kata Arif.

Selain itu, Arif percaya kalau ada sektor lain yang berpotensi ditransformasikan secara digital. Contohnya adalah sektor pendidikan, yang disebut Arif telah menyumbang 3,28 persen ke PDB.

“Ini angka yang signifikan secara ekonomi, sangat mungkin lebih besar lagi jika ditransformasikan secara digital,” kata dia.

Arif menambahkan, dua tahun belakangan ini sektor pendidikan telah berjalan dengan baik dengan bantuan teknologi informasi. Namun nyatanya masih ada 20 persen penduduk yang belum mendapatkan layanan internet karena belum meratanya infrastruktur internet, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan.

Untuk itu, pihaknya akan fokus untuk membantu pemerataan sektor internet di Indonesia. ia pun mendorong agar investasi pembangunan infrastruktur digital di Indonesia bisa terus meningkat dengan mengutamakan daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

“Dengan begitu infrastruktur internet kita semakin berkualitas dan merata, tidak ada lagi daerah yang tertinggal, tak ada lagi yang menghambat transformasi digital secara berkelanjutan,” tutup Arif.

#APJII   #PenggunaInternetIndonesia   #TransformasiDigital   #PemerataanInternet

Share:




BACA JUGA
Dorong Implementasi Industri 4.0, Kemenperin Gelar Indonesia 4.0 Conference and Expo 2022
APJII: Pendaftaran PSE Harus Dibarengi Pemblokiran Konten yang Melanggar Hukum
Dorong Integrasi Data Kesehatan, Kemenkes Luncurkan Platform SATUSEHAT
Aspek Hukum yang Harus Diperhatikan dalam Perjanjian Jual Kembali (Reseller) Jasa Internet
Kementerian Kominfo Siapkan Kedaulatan Digital Melalui Pembangunan Hulu ke Hilir