IND | ENG
Problem Transformasi Digital Sektor Kesehatan: Internet Belum Merata hingga Literasi Keamanan

Ilustrasi | Foto: freepik.com

Problem Transformasi Digital Sektor Kesehatan: Internet Belum Merata hingga Literasi Keamanan
Oktarina Paramitha Sandy Diposting : Kamis, 10 Februari 2022 - 18:18 WIB

Cyberthreat.id – Belum meratanya jaringan interent di Indonesia menjadi salah satu tantangan transformasi digital untuk layana kesehatan.

Hal itu dikatakan Chief Digital Tranformation Kementerian Kesehatan, Setiaji, saat menjadi narasumber dalam sedaring CyberHub Fest 2022 yang berjudul “Digital Transformation & Security in Healthcare Industry”, Kamis (10 Februari 2022).

Setiaji menjelaskan, akses internet menjadi sangat penting karena semua layanan kesehatan saat ini sudah saling terintegrasi. Semua data pribadi, data rekam rekam kesehatan, hingga data obat pasien akan disimpan melalui satu platform bernama Indonesia Health Services (IHS).

Tanpa adanya akses internet yang memadai, kata dia, berbagai inovasi teknologi tersebut tidak akan bisa digunakan oleh masyarakat.

Tantangan lain yang dihadapi oleh Kemenkes ialah masalah literasi digital. Menurutnya, literasi digital harus terus di dorong agar inovasi teknologi dan layanan kesehatan yang tersedia bisa lebih optimal dimanfaatkan oleh masyarakat hingga ke pelosok.

“Setiap daerah memiliki tingkat literasi yang berbeda-beda dan literasi ini harus dilakukan secara gotong royong oleh semuah pihak,” kata dia.

Setiaji menyebutkan, literasi digital yang dilakukan ini tidak hanya seputar penggunaan teknologi kesehatan saja, tapi harus menitikberatkan kepada keamanan siber khususnya terkait perlindungan data pribadi.

Menurutnya, nilai-nilai keamanan siber ini harus ditanamkan kepada masyarakat karena saat ini hampir semua layanan publik sudah mulai memanfaatkan aplikasi digital.

“Pola pikir keamanan ini harus ditanamkan dari hal paling sederhana misalnya dengan membuat password yang kuat untuk berbagai aplikasi dan layanan, tidak memberikan data pribadi ke sembarang aplikasi, serta tidak sembarang mengakses web yang kemungkinan melakukan penipuan atau phishing,” ujar Setiaji.

Tanpa pemahaman keamanan siber yang baik, masyarakat menjadi rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang saat ini terus berkembang.

Security mindset ini harus kita tanamkan kepada masyarakat guna melindungi data-data pribadi mereka, karena kalau hanya mengandalkan penyedia layanan tentu tidak akan mungkin,” kata dia.[]

Redaktur: Andi Nugroho

#T0X1CID   #HACKEDBYT0X1CID   #HACKED   #BY   #X-GANKTEAM   #X-GANKFAMILY   #PURBALINGGABLACKHAT

Share:




BACA JUGA
Serangan Siber Terhadap Pengadilan Kriminal Internasional Disebut Upaya Spionase
Cisco Zero-Day Dieksploitasi, Ditanam Backdoor Lua Berbahaya di Ribuan Perangkat
Wamen Kominfo Ajak Santri Sehatkan Ruang Digital dengan Kampanye Pemilu Damai
KETUA UMUM WANTRII FADLI HAMSANI
'Ini Wadah Mengakselerasi Transformasi Digital Industri'